Kabupaten Tasikmalaya Masuk Titik Zona Merah Bencana

Kabupaten Tasikmalaya Masuk Titik Zona Merah Bencana
TASIKMALAYA, SON– Kabupaten Tasikmalaya termasuk ke dalam daerah rawan bencana tertinggi di Indonesia. Kondisi geografis berbukit-bukit dengan kelerengan yang cukup curam, menjadikan Tasikmalaya ini sebagai daerah rawan longsor. Salah satunya musibah tanah longsor yang terjadi Jumat (20/7) kemarin yang menewaskan 3 orang di Kecamatan Cisayong.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Wawan Setiawan, mengatakan, daerah rawan longsor terdapat di bagian selatan dimana kondisi lereng yang cukup curam berkisar 45-60 derajat.
 
"Beberapa kecamatan yang rawan longsor di antaranya Bojonggambir, Taraju, Karangnunggal, Culamega, Sodong Hilir, Cisayong, Cikatomas, Salopa, Puspahiang, Salawu, Jatiwaras, dan Karangnunggal," ujar Wawan saat di Kantor BPBD Tasikmalaya, Senin (23/7).
 
Daerah tersebut, masuk ke dalam zona merah rawan longsor. Namun, pihaknya belum bisa mendata secara detail titik longsor yang ada di kecamatan tersebut. Pasalnya BPBD saat ini masih mengumpulkan data dari setiap kecamatan titik-titik rawan bencana tanah longsor dan banjir.
 
"Saat ini sudah lebih dari 50 persen kecamatan yang sudah mengirimkan data kepada kami. Data tersebut akan kami tindak lanjuti dengan survey dan pemetaan," papar Wawan.
 
Wawan mengungkapkan, di daerah tersebut terdapat permukiman warga dan disinyalir berbahaya, karena ancaman tanah longsor. Namun pihaknya belum bisa memberikan kebijakan apakah warga tersebut harus direlokasi atau tidak.
 
"Kami bisa saja merelokasi warga yang berada di daerah rawan bencana, namun saat ini data kami belum valid, terlebih BPBD baru berdiri lima bulan, jadi masih belum mampu melakukan hal tersebut," jelas Wawan.
 
Saat ini, BPBD baru bisa melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan melakukan pelatihan serta simulasi penanganan bencana. Pihaknya juga masih berkonsentrasi untuk pengumpulan data agar lebih valid.
 
Untuk menyiapkan penanggulangan bencana, BPBD Tasikmalaya telah melakukan simulasi tanggap bencana yang melibatkan sejumlah instansi dan aparat. Di antaranya adalah seluruh aparatur mulai dari Kelurahan hingga Bupati, Kodim 0612 Tasikmalaya, Polres Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, serta organisasi dan lembaga swadaya masyarakat.
 
Dengan adanya simulasi tersebut diharapkan semua pihak bisa bertanggungjawab dan mampu berkoordinasi dengan baik untuk mencegah terjadinya bencana alam serta meminimalisir korban.  (Kristiadi/Bowo Santoso)
Senin, 23 Juli 2012 - 20:45
http://www.sorotnews.com/berita/view/kabupaten-tasikmalaya-masuk.1471.html