Kekerasan Ideologi Bergeser Menjadi Primordial di Era Reformasi

Kekerasan Ideologi Bergeser Menjadi Primordial di Era Reformasi
JAKARTA, SON - Perubahan politik dari era Orde Baru ke era Orde Reformasi ditandai oleh pergeseran kekerasan dari kekerasan ideologis ke kekerasan primordial. Di era Orde Baru, kekerasan yang menonjol adalah diskriminasi atas penganut ideologi komunisme dimana pemerintah ketika itu sampai terlibat aktif dalam tindakan diskriminasi tersebut.

"Reformasi 1998 dan melemahnya komunisme internasional membuat diskriminasi aktif Pemerintah terhadap penganut ideologi komunisme mengalami moderasi," ujar Peneliti LSI, Novriantoni Kahar, dalam konferensi pers bertajuk 'Refleksi Akhir Tahun : Dicari Capres 2014 yang melindungi Keberagaman', di kantornya, Jakarta, Minggu (23/12/2012).

Namun, kata Novri, perubahan orientasi tersebut bukan berarti tindak kekerasan langsung hilang dari bumi Indonesia. Pasalnya, dalam periode 1998 hingga 2012 tercatat ada sebanyak 2398 kasus kekerasan terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

"Tapi yang dominan bukan kekerasan ideologi melainkan kekerasan primordial karena perbedaan identitas, terutama isu agama dan etnis," jelas Novri.

Lebih lanjut Novri menjelaskan, bahwa dari 2398 kasus kekerasan tersebut sebanyak 65 persen terjadi untuk kasus perbedaan agama. Kemudian 20 persen diantaranya disebabkan permasalahan etnis.

"Sisanya sebanyak 15 persen adalah kekerasan yang terjadi terhadap gender atau wanita. Kemudian 5 persen lainnya adalah kekerasan atas LGBT (Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender)," tandas Novri.


(Heru Budhiarto)
Minggu, 23 Desember 2012 - 17:09
http://www.sorotnews.com/berita/view/kekerasan-ideologi-bergeser.4607.html