Pemilihan Anggota DPD Lebih Rawan Konflik Ketimbang Pilpres

Pemilihan Anggota DPD Lebih Rawan Konflik Ketimbang Pilpres
 SOROTnews.com, JAKARTA- Pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 2014  diprediksi tidak terlalu mengkhawatirkan. Justru yang perlu diwaspadai adalah pemilihan anggota DPD.

"Pemilihan anggota DPD rawan konflik horizontal. Konflik antar pendukung sangat mungkin terjadi," kata sosiolog Thamrin Amal Tomagola dalam diskusi bertajuk "Meredam Konflik Horizontal di Daerah" di gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (7/6).

"Pemilihan presiden itu di awang-awang. Jadi masyarakat tak terlalu peduli siapa yang terpilih. Tapi DPD mewakili satu daerah tertentu yang di daerah itu menjadi basis tokoh tertentu. Anggota DPD itu bukan mewakili kelompok," katanya.

Menurut Thamrin, konflik pemilihan anggota DPD ini sangat rawan terjadi di Indonesia bagian timur. "Kalau di Indonesia bagian barat saya tidak terlalu khawatir," tegasnya.

Terlepas dari soal politik, Thamrin menyebut ada dua jenis konflik, yaitu di daerah dan di perkotaan. "Kalau di daerah lebih banyak konflik agraria, sementara di perkotaan konflik pendudukan tanah milik negara atau perusahaan negara oleh masyarakat," katanya.
 
Ia pun menambahkan dua wilayah konflik yang potensial dalam Pileg atau pilpres nanti adalah wilayah pedesaan, seperti konflik agraria. konflik agraria ini lanjut Thmarin,berpotensi konflik horizontal dengan vertikal. Menjadi  vertikal karena pemerintah mengamankan aset prusahaan. “Putusan MK yang mengakui hak masyarakat atas tanah sangat signifikan meredam konflik,” tandasnya.
 
Lalu yang kedua,  adalah wilayah perkotaan, warga menduduki tanah negara dan bisa berpotensi konflik. Konflik di perkotaan karena ada unsur preman yang dipakai untuk memaksakan kehendak.Kadang-kadang menggunakan kelompok preman.

Sementara itu anggota Anggota DPD RI, Abdurachman Lahabato mengungkapkan  munculnya konflik di daerah akibat tidak adanya penanganan yang serius dari pemerintah. Tidak hanya itu,  Konflik Pilkada yang sering terjadi di Indonesia karena digerakkan oleh elit –elit itu sendiri.
 
“ Rakyat mau digerakkan karena ketimpangan ekonomi. Ini persoalan keadilan sosial,” tegasnya.
 
Untuk itu, Senataor asal Provinsi Maluku ini mengajak elit politik baik itu di daerah maupun di pusat untuk sama –sama mencerdaskan rakyat dengan memberikan pendidikan politik. “Pancasila itu sudah ada sejak lama, tapi sayang  tidak diimplementasikan dengan baik maka mudah terjadi konflik,” pungkasnya. (SON)
Jumat, 07 Juni 2013 - 21:09
http://www.sorotnews.com/berita/view/pemilihan-anggota-dpd-lebih.5038.html