Waduh, Calon Incumbent yang Didukung Partai Besar Dicoret KPUD Batu

Waduh, Calon Incumbent yang Didukung Partai Besar Dicoret KPUD Batu
BATU, SON - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Batu resmi mencoret calon incumbent yaitu  Eddy Rumpoko sebagai calon walikota Batu. Hal ini terkait dengan hasil rapat pleno pokja pencalonan KPUD yang menyatakan jika Eddy Rumpoko tidak memenuhi syarat administrasi. 

Ketua KPUD Kota Batu, Bagyo Prasasti, mengatakan, pihaknya mempersilakan jika ada pihak yang ingin menggugat. “Kami sudah berjalan sesuai aturan. Silakan kalau ada calon yang ingin menggugat,” kata Bagyo usai rapat pleno pokja pencalonan di kantor KPUD Kota Batu, Rabu dinihari  (8/8/2012).

KPUD Kota Batu menggelar rapat pleno mulai Selasa (7/8/2012) pukul 19.30 wib dan berakhir sekitar pukul 24.00 melalui mekanisme internal. Seluruh anggota KPUD membubuhkan tandatangan pada berita acara yang rampung dibuat pada dini hari.

Dari lima pasangan calon, tiga pasangan yang dinyatakan memenuhi syarat adalah dari jalur partai politik yakni Suhadi – Suyitno (Partai Golkar-PKB), Gunawan Wirutomo – Sundjojo (Partai Hanura - PKNU), sedangkan dari jalur perseorangan atau independen adalah Abdul Majid – Kustomo.

Sementara dua pasangan calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat adalah Eddy Rumpoko – Punjul Santoso (PDIP, Partai Demokrat, Gerindra, PAN, PKS. PKPB dan sejumlah partai lainnya). Satu lagi adalah dari jalur perseorangan adalah pasangan Sugiarto – Solihin.

"Sesungguhnya, secara pribadi kami lebih suka calon itu dipilih atau tidak itu diserahkan pada masyarakat, bukan karena persoalan administrative. Tetapi sebagai anggota KPU, kami tidak bisa begitu karena kami terikat oleh aturan-aturan KPU seperti Peraturan KPU nomor 6 tahun 2011,"paparnya.

Untuk pasangan Sugiarto – Solihin, tidak memenuhi syarat karena bukti dukungannya kurang. Sementara untuk pasangan Eddy Rumpoko – Punjul Santoso, terganjal masalah pendidikan yang tidak memenuhi syarat untuk Eddy Rumpoko.

"Syarat pendidikan Eddy Rumpoko ini bukan persoalan asli atau palsu. Tetapi yang terjadi adalah keterangan pengganti ijasah dinyatakan tidak berlaku oleh sekolah, barangnya asli," kata Bagyo.

Bagaimana saat pencalonan pemilukada 2007 silam Eddy Rumpoko bisa maju, menurut Bagyo saat itu regulasinya ijasah cukup SMA. Sementara pada pemilukada 2012, harus melampirkan ijasah mulai SD, SMP dan SMA.

"Selain itu, dulu sekolah menyatakan ijazah berlaku tapi sekarang dinyatakan tidak berlaku. Kenapa ada perbedaan sikap dari sekolah, itu adalah urusan internal dari pihak sekolah. Kami tidak punya hak mencampuri itu,"  tandas Bagyo.

Sementara itu, anggota KPUD Kota Batu, Supriyanto mengatakan pihaknya mengambil keputusan karena beberapa rekomendasi yang dikeluarkan oleh KPU Provinsi, rekomendasi KPU Pusat dan rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Batu.

"Dari tiga rekomendasi itu memang secara lisan mensyaratkan KPU Batu untuk melakukan klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Hasil klarifikasi itu sampai dengan rapat pleno itu juga tidak dapat menunjukkan surat keterangan yang dipakai Eddy Rumpoko itu berlaku," papar Supriyanto. 

"Diterima dan atau tidak diterima, pasti memunculkan gugatan. Apapun itu, kami sudah siap menghadapinya," tandas Supriyanto. (Muhammad Irfan/Ninding Julius Permana)
Rabu, 08 Agustus 2012 - 09:51
http://www.sorotnews.com/berita/view/waduh-calon-incumbent-yang.1988.html