![]() | Kasus Perbudakan, Pimpinan DPR Minta Cak Imin Dipanggil ke Senayan06 Mei 2013 - 16:28 |
![]() | Mantan Ketum Demokrat Enggan Jelaskan Sertifikat Tanah Hambalang06 Mei 2013 - 16:18 |
![]() | Kantor OPM Di Oxford Bentuk Eskalasi Perjuangan Politik Menuju Papua Merdeka06 Mei 2013 - 15:57 |
![]() | Muncul Pos OPM Di Inggris Buktikan Diplomatik Indonesia Sangat Rendah06 Mei 2013 - 10:55 |
![]() | Penyekapan Buruh Di Tangerang Mendapat Perhatian Khusus DPR06 Mei 2013 - 10:48 |
![]() | Status Siaga, Warga Disekitar Gunung Papandayan Diminta Tenang06 Mei 2013 - 10:36 |
![]() | PDI Perjuangan Yakin Inggris Menghargai Sejarah NKRI06 Mei 2013 - 10:28 |
![]() | DPRD Jabar Apresiasi Langkah Pemkab Majalengka06 Mei 2013 - 10:13 |
![]() | Susno Menyerahkan Diri, Inilah SMSnya ke Yusril Ihza Mahendra03 Mei 2013 - 09:03 |
![]() | Hari Buruh Harus Dijadikan Momentum Membangun Kesadaran Bersama01 Mei 2013 - 18:41 |
![]() | Tentang Buruh : Fakta Sejarah Dan Pernyataan Sekjen PDI Perjuangan01 Mei 2013 - 17:22 |
![]() | Komisi III DPR Sodorkan Tiga Langkah Untuk menyelesaikan Konflik Musi Rawas01 Mei 2013 - 14:21 |
18 Menit 12 Detik, Jusuf Kalla Bercerita Tentang Rohingya
![]() Sumber gambar : Jusuf Kalla/sorotnews.com Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla bercerita tentang Rohingya. Dengan menghabiskan waktu 18 menit 12 detik, banyak hal yang terungkap. Misalnya, percakapannya dengan presiden Myanmar, peranannya di daerah konflik dan sindirannya terhadap pemerintah Indonesia. Banyak hal yang bisa dipetik dari cerita mantan Wakil Presiden Republik ini selama di Myanmar. Berikut cerita Rohingya yang dibeberkannya saat menghadiri acara solidariitas untuk Rohingya yang digelar organisasi sayap PDI Perjuangan, Taruna Merah Putih, di gedung Candranaya, Green Central City,Jakarta pusat, Jumat (31/8/201) : ......Sejarahnya, sebagaian pihak menyatakan Rohingya datang baru puluhan tahun tetapi Rohingya sendiri mengatakan bahwa mereka datang sejak ratusan tahun. Kenapa terjadi perbedaan ini, karena jaman dulu tidak ada batas wilayah jadi orang bebas saja. Juga ini hasil daripada penjajahan inggris, jadi tidak ada batas diantara mereka. Tapi karena posisi sekarang apalagi jaman Junta militer di Burma, menyebabkan ingin menyingkirkan etnik yang ada disitu tapi itu terjadi tahun 60-an. Jadi minta maaf, saya katakan, ini sama terjadi di Indonesia pada puluhan tahun lalu dimana sebagian diantara masyarakat menganggap bahwa warga Tionghoa bukan warga Indonesia oleh karena itu mereka harus pulang, seperti itulah kira-kira yang terjadi. Konfliknya sama seperti kejadian Ambon dan Poso. Awalnya konflik perorangan menjadi konflik kelompok dan etnik menjadi agama karena perbedeaan agama jadi konflik itu bertahap terjadinya. Konflik di Poso dulu, antara supir angkot dan beberapa geng-geng disitu, terjadi baku pukul, baku lempar, bakar rumah dan konflik agama. Tapi kenyataan sekarang ialah kurang lebih 60 sampai 80 ribu orang Rohingya yang beragama Islam itu mengungsi dengan kondisi yang buruk di pengungsian dan sekitar 5 ribu orang Arakan mengungsi juga. Dua- duanya mengungsi tentu siapapun yang mengungsi ditempat becek pasti makan susah, air susah, pakaian susah, kesehatan susah. PMI masuk disitu setelah saya diundang menghadiri pertemuan di Kuala Lumpur oleh OKI dan dihadii beberapa palang merah Internasional dan Palang Merah beberapa negara. Saat itu semua para pembicara mengutuk Myanmar. Saya katakan, kalau kita kutuk apa artinya sementara di lain pihak puluhan ribu orang menderita sekarang. Jadi kita belajar dulu bagaimana mengatasi penderitaan orang. Mengutuk silahkan saja tetapi kita sebagai organisasi kemanusiaan harus menyelesaikan masalah. Tidak mungkin kita menyelesaikan masalah di Myanmar dengan hanya mengutuk. Penyelesaiannya kita harus ada disitu, harus masuk kesitu. Makanya saya katakan, Untuk menyelesaikan persoalan datangi persoalannya jangan hindari persoalannya. Jadi persoalan tidak selesai dengan menghindari. Makanya untuk menyelesaikan persoalanya kita harus kesana. Puluhan Peserta tidak bisa masuk, hanya saya yang masuk kesana. Masuknya sederhana, karena presidennya dulu pernah saya kenal dan pernah ke kantor saya. Tetapi pertama, Presiden Myanmar itu mengeluh, kenapa ini seluruh dunia mengutuk Myanmar ?, jawaban saya sederhana, karena presiden menutup Myanmar dari luar, coba buka. Anda ‘kan ingin menuju negara demokrasi, negara demokrasi itu harus trasparan tidak ada negara yang demokratis tertutup dan negara demokrasi tidak boleh diskriminatif. Begitu ada diskriminatif anda tidak demokratis. Awalnya Menterinya tidak mengijinkan akhirnya saya minta ijin kepada presiden untuk masuk kesana (tempat pengungsian-red). Artinya, cara kita jangan berpihak, karena itu saya ingin katakan bahwa saya datang tidak berpihak, saya datang tidak ingin mengutuk. Saya datang hanya ingin menyelesaikan penderitaan manusia siapapun itu, yang Islam, yang Budha, yang Kristen, kita akan bantu. Saya melihat betul bahwa memang kedua pihak berkelahi walaupun korban lebih banyak Masyarakat Rohingya ini. Setiap Konflik selalu ada dua versi, Versi Pemerintah, versi Rohingya dan versi lainnya. Versi pemerintah mengatakan terjadi pemerkosaan kemudian perkelahian kemudian dibalas dengan membunuh dan akhirnya saling membunuh. Kalau Versi Rohingya tentu berbeda, warga Rohingya lebih banyak ke sejarah. Saya bilang kalau kita bicara sejarah tidak akan habis –habis ini persoalan, kita harus melihat kedepan. Kedepan ialah bagaimana caranya supaya masyarakat Rohingya hidup berdampingan harmonis dengan masyarakat Rakhine. Sama dengan dulu kita selesaikan di Ambon dan Poso, kalau kita melihat masa lalu tidak akan kelar, kita harus melihat kedepan bagaimana masyarakat Islam dapat hidup lagi berdampingan. Soal hukum itu urusan polisi, bukan urusan kita, jangan jadi kita jadi polisi pula. Tugas kita bagaimana penderitaan orang kita perbaiki yaitu kita beri makanan, perbaiki rumah dan ekonominya. Setiap konflik di dunia selalu begitu, konflik perorangan berkembang dan selalu timbul di daerah yang miskin. Rakhine itu negara bagian termiskin di Myanmar jadi tanah terbatas diperebutkan banyak orang, timbul masalah. Orang Rohingya tidaki pakai KB, jadi memiliki anak 5, 6, lama-lama perkembangan lebih banyak dibanding Rakhine akhirnya takut orang Rakhine karena nanti terjadi ketimpangan karena jumlah penduduk berbeda. Karena itu apa yang kita lakukan, pertama menyelamatkan manusia yang ada di pengungsian. Karena itu baru – baru ini kita kirim segala peralatan kebersihan, sarung pakaian, makanan. Kita kirim dengan pesawat terbang, mahal ongkosnya. Tetapi sebagai negara besar kita harus cepat. Seperti yang dikatakan tadi Romo Beny ini amanat konstitusi oleh karena itu, Indonesia negara besar jangan melihat negara lainnya, kita jangan tangan dibawah terus tapi tangan harus tangan diatas. Berapa banyak orang yang mampu di Jakarta. Tapi tidak hanya disini (Rohingya-red), di Madura juga kita bantu, banjir bandang di Palu kita bantu. Tapi ini (konflik Rohingya-red), saya bilang sama presidennya, begitu telat kita menangani persoalan ini maka akan terjadi peristiwa besar-besaran disini, sekarang belum. Pengalaman kita di Ambon dan Poso, Kalau diukur dari jumlah korban ini kecil dibanding dengan Ambon 5 ribu orang korban disini (Myanmar) puluhan , tetapi potensinya menjadi 5 ribu, bisa. 5 ribu di Ambon setelah dua tahun ini baru sebulan, kalau tidak diatasi akan menimbulkan masalah lain. Karena ini kemanusiaan ada dua tahap dalam mengatasi kemanusiaan. Tahap pertama menyelesaikan masalah daruratnya atau tanggap darurat. Bagaimana pengungsi, bagaimana makannya, sabunnya, airnya, tenda-tedanya. Jadi kita masih bekerja 4 bulan lagi membantu ini. Tahap kedua, rehabilitasi dan rekonstruksi, itu membangun rumah 8 ribu, dibanding Ambon tidak terlalu besar, di Ambon 30 ribu. Tetapi bukan hanya kita membangun disana, kita bekerjasama dengan Kuwait, Qatar. Kita akan rapat disana tanggal 7 untuk bagaimana melaksanakan itu (membangun rumah-red) semua. Jadi, saya berterimakasih atas kehadiran saudara-saudara sekalian, memberikan bantuan kemanusiaan yang merupakan amal ibadah yang sanagat baik dan tinggi sekali. Bagi kita semua ialah kesediaan hati terbuka untuk membantu teman-teman kita yang menderita. Tim Palang Merah (PMI-red) ada 6 orang disana untuk membuat kantor dengan bekerjasama dengan Palang Merah Myanmar dan untuk memulai mendistribusikan beras, kita beli beras disana. Kita kirim sarung 10 ribu kesana karena mereka juga pakai sarung sama seperti kita. Cuma, mereka pakai sarung siang, kalau kita malam. Mereka pergi ke kantor, makan pun pakai sarung. Saya tanya, kemana-mana pakai sarung kalau nyimpan dompet dan handphone dimana. Mereka menjawab, Handphone jarang, kalau dompet gampang, dilipat saja langsung di sarung. Jadi itulah, berapapun saya ucapkan terimakasih, karena akan kita pergunakan untuk membeli peralatan-peralatan atau makanan karena hanya PMI yang diijinkan bekerja disana. Pemerintah kita katanya juga mau turun tapi katanya mau rapat dulu. Saya berterimakasih, Ara (Maruarar Sirait-red) tidak perlu rapat untuk hadir disini. Kalau kita rapat, nanti datang orang Malaysia, orang Turki kita masih rapat, akhirnya mereka yang dapat nama Malaysia dan Turki. Untuk itu, kenapa saya dahului mereka, supaya negara besar ini tanganya diatas jangan selalu dibawah. Sekali lagi terimakasih, PMI akan menjaga amanah ini. (Ninding Julius Permana) Komentar Berita Terkait ![]() Pancasila Realitasnya Masih Jauh, Saatnya Pemuda Berbuat Kongkrit!01 Sep 2012 - 01:11 · Solidaritas dan keprihatinan terhadap penderitaan sesama manusia tidak terhalang batas dan waktu.... ![]() DPR Meminta Indonesia Bantu Rohingya Secara Maksimal13 Agu 2012 - 16:09 · Komisi I DPR meminta pemerintah Indonesia membantu para pengungsi Rohingya secara maksimal.... ![]() PIARA Temui DPR Adukan Soal Rohingya13 Agu 2012 - 14:56 · Komisi I DPR RI menggelar pertemuan dengan Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA)... ![]() Usai Reses, Komisi I DPR akan Kunjungi Rohingya03 Agu 2012 - 07:02 · Kejahatan kemanusian yang terjadi di Myanmar, terhadap warga muslim Rohingya terus menjadi... ![]() Pembantaian Warga Muslim Rohingya, Mahasiswa: Pmerintah Lebih Senang Bantu IMF!02 Agu 2012 - 08:18 · Lambatnya Pemerintah Indonesia dalam merespon aksi kejahatan kemanusiaan yang menimpa umat muslim... RagamLainnya » ![]() MUI Meminta Eyang Subur Bertaubat!22 Apr 2013 - 19:56 · Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan paham dan pengamalan keagamaan Eyang Subur telah...
| Terpopuler
Berita TerbaruLainnya » ![]() Kasus Perbudakan, Pimpinan DPR Minta Cak Imin Dipanggil ke Senayan06 Mei 2013 - 16:28 · Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengaku prihatin dan sedih masih adanya perbudakan di...
|