Anggota PPNI : Mulai Tahun 2013, Perawat yang Tak Punya STR Tidak Bisa Buka Praktek

Selasa, 06 November 2012 - 20:18
Anggota PPNI : Mulai Tahun 2013, Perawat yang Tak Punya STR Tidak Bisa Buka Praktek
Sumber gambar : Ilustrasi/Istimewa
YOGYAKARTA, SON - Kementerian Kesehatan RI mensyaratkan seluruh  perawat harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) . Tanpa kepemilikian STR perawat tidak diperbolehkan memberikan pelayanan kesehatan maupun membuka praktek.

Keputusan tersebut diambil  sebagai  upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karenanya setiap perawat diwajibkan melakukan uji kompetensi secara nasional  hingga dinyatakan layak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan diakui secara hukum yang dibuktikan dengan kepemilikan STR .

“Sesuai peraturan menteri kesehatan RI No 1796/menkes /per/VIII2001 setiap tenaga kesehatan termasuk perawat yang akan menjalani pekerjaannya wajib memiliki STR. Mulai 2013 mendatang setiap lulusan perawat harus ikut ujian kompetensi nasional untuk mendapatkan STR ,” Ujar Staf Pengajar Universitas Gajahmada, Dr. Fitri Haryanti, SKp. , M.Kes, Selasa (6/11/2012).
 
Fitri menyebutkan perawat selama ini memperikan pelayanan hanya dengan mengantongi Surat Ijin Perawat (SIP). SIP akan diperoleh secara otomatis dengan mengajukan ke lembaga terkait tanpa melalui uji kompetensi nasional perawat.
 
“Tidak adanya uji kompetensi nasional ini salah satunya menyulitkan perawat Indonesia untuk bekerja di luar negeri . Mereka jadi tidak diakui kompetensinya,” papar anggota Majelis Etik Persatuan Perawat Nasional ndonesia (PPNI) DIY ini.

Diakuinya, langkah Kemenkes yang mewajibkan perawat harus memiliki STR adalah tepat. Pasalnya , perawat merupakan salah satu profesi penting dalam pelayanan kesehatan sehingga dibutuhkan upaya penataan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi keperawatan. Salah satunya dengan menetapkan lulusan perawat melakukan uji kompetensi nasional untuk menjamin lulusan terstandar secara nasional.

Sementara bagi perawat yang lulus sebelum tahun 2012 akan mendapatkan STR melalui proses pemutihan. Dilakukan dengan mengajukan permohonan secara kolektif dari lembaga ke Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) maupun Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI).
 
“Di DIY dan beberapa daerah sebenarnya sudah ada uji kompetensi lokal bagi perawat, dengan soal ujian tulis yang dibuat oleh pusat. Sedangkan ujian prakteknya dilakukan oleh panitia lokal,” terangnya.
 
Dengan pelaksanaan uji kompetensi di setiap daerah, lanjut Fitri, hasil yang diperoleh menjadi sangat beragam.
 
“Karena dilakukan di berbagai daerah maka variasinya sangat tinggi. Untuk itu melalui uji kompetensi nasional ini bisa didapat standar kompetensi yang seragam secara nasional,” jelasnya.(Joko Wicaksono)
Komentar
 
Berita Terkait

DPR-MenPAN Putuskan Konsil Dalam UU Keperawatan Tetap Dikendalikan Pemerintah

06 Jan 2014 - 14:06 · Ketua DPR RI Marzuki Alie bersama Menteri PAN/Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar rapat tertutup...


DPR Janji Segera Sahkan RUU Keperawatan

17 Sep 2013 - 16:35 · Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nova Riyanti Yusuf menegaskan jika RUU Keperawatan yang sedang dibahas...


Puluhan Perawat Desak DPR Sahkan RUU Keperawatan

14 Des 2012 - 16:42 · Puluhan Perawat, hari ini, Jum'at (14/12/2012), menyerbu Gedung DPR RI dalam rangka menyampaikan...


RUU Keperawatan Batal Jadi RUU Inisiatif DPR

14 Des 2012 - 10:02 · Rancangan Undang-Undang Keperawatan batal diajukan menjadi RUU inisiatif DPR. Sebab, Badan...


Segera Sahkan RUU Keperawatan!

07 Nov 2012 - 19:37 · Sekjen Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadilah menuturkan bahwa perkembangan...


RegionalLainnya »rss

Jelang Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Kehilangan Figur Potensial

20 Agu 2014 - 15:00 · Jelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Kabupaten Tasikmalaya kehilangan figur yang benar-benar...


 
Jakowi-Basuki