Harga Kedelai Tinggi, Pengrajin Tahu dan Tempe pun Terjerat Utang

Minggu, 05 Agustus 2012 - 01:52
Harga Kedelai Tinggi, Pengrajin Tahu dan Tempe pun Terjerat Utang
Sumber gambar : Ilustrasi/Istimewa
TASIKMALAYA, SON  - Naiknya harga bahan baku kedelai serta keterbatasan modal usaha akhirnya memaksa para pengrajin tahu dan tempe di Tasikmalaya mencari jalan keluar untuk mempertahankan usahanya dengan cara  menghutang  kepada para pemasok kacang kedelai sebagai modal awal produksi usahanya.

Utang para pengrajin tahu tempe di Tasikmalaya rata-rata  Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Bahkan diketahui ada yang mencapai Rp 100 juta.

Wakil Ketua Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Tasikmalaya, Mamat Rahmat mengatakan, banyak di antara pengusaha tahu dan tempe di wilayah Tasikmalaya terlilit utang atas pembelian kacang kedelai kepada pihak pemasok. Dengan sedikitnya modal yang dimiliki mereka, maka berhutang merupakan satu-satunya cara guna tetap melangsungkan usahanya.

“Rata-rata modal pengrajin seadanya. Padahal kebutuhan modal cukup besar. Jadi mereka mengambil bahan baku terlebih dahulu. Pada punya banyak utang rata-rata Rp 20 sampai Rp 30 juta, ada juga yang Rp 100 juta,” katanya Sabtu (4/8/2012).

Dia menjelaskan, awalnya mereka terpaksa mengutang kepada pemasok kacang kedelai, namun lama-kelamaan utang itu pun terus makin membesar setiap harinya. Di saat itu, koperasi tidak memiliki modal cukup guna menutupi biaya produksi para anggotanya. Akhirnya para pengusaha, terpaksa terus membeli kacang kedelai kepada pihak luar dengan cara mengutang, agar usaha produksinya tetap berjalan.

Kopti Tasikmalaya kini memiliki anggota sebanyak 40 orang. Semuanya masih dalam tahapan merintis untuk menjalankan roda koperasi. Para anggota Kopti berharap pemerintah bisa mengendalikan atau menyubsidi harga kacang kedelai agar tetap stabil dan tidak akan terus melambung hingga tidak mencapai Rp 8.000 per kg, seperti kejadian kemarin. Kondisi demikian jelas bakalan memberatkan para pengrajin tahu tempe.

“Jelas kami mengharapkan ada harga khusus terendah dan teratas guna menangani pihak suplier kedelai, agar harga kedelai stabil,” ujarnya.(Kristiadi/Ninding Julius Permana)
Komentar
 
Berita Terkait

Rupiah Melemah, Inilah Pernyataan Syarif Hasan

12 Sep 2013 - 03:10 · Melemahnya nilai Rupiah terhadap Dollar berampak besar dengan beberapa harga kebutuhan yang...


Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu Tempe Menjerit

09 Sep 2013 - 20:13 · Akibat aksi Mogok para pengrajin tahu dan tempe di Kota Bandung selama tiga hari berturut-turut...


Kominfo Diminta Serius Tanggapi Peristiwiwa Bom Panci Tasikmalaya

21 Jul 2013 - 04:29 · Komisi III DPR berharap Kementerian Komunikasi dan Informasi serius merespon kejadian pemboman di...


Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Supir Angkutan Umum Hadang Bupati Tasikmalaya!

08 Okt 2012 - 22:06 · Perjalanan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum untuk memberikan bantuan beras secara langsung...


Bupati Tasikmalaya Pasrah Dipanggil DPRD Terkait TPP Sekda!

03 Okt 2012 - 19:22 · Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, pasrah memenuhi panggilan Ketua DPRD terkait...


RegionalLainnya »rss

Peduli Kesejahteraan Rakyat, Bambang Soesatyo Bangun Pabrik di Dapilnya

09 Feb 2014 - 03:16 · Keberpihakan Partai Golkar terhadap rakyat terutama kaum petani tidak diragukan lagi. Bukti...


tshirthangout-banner_300x250
 
Jakowi-Basuki