JK : Kenaikan Kedelai Tidak Bakal Lama

Jumat, 27 Juli 2012 - 17:26
JK : Kenaikan Kedelai Tidak Bakal Lama
Sumber gambar : Ilustrasi/Istimewa
JAKARTA, SON –  Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa naiknya harga Kacang Kedelai di Indonesia saat ini, tidak akan berlangsung lama. Karena, ini hanya sekedar faktor musiman.
 
"Masalah kacang kedelai hanya sekedar musiman saja. Saya yakin tiga hingga lima bulan akan turun kembali sehingga kebutuhan kedelai dapat terpenuhi," kata Jusuf Kalla atau akrab disapa JK, usai tinjau kesiapan PMI Jakarta, Jumat (27/7/2012).
 
Menurut JK, meski import kacang kedelai kenaikan antara 3 hingga 5 persen ada pengaruh terhadap produk Tahu dan tempe, tapi pengaruh hanya sedikit.
 
"Masalah yang  sebenarnya, kacang kedelelai di kita tidak selalu sesuai dengan iklim kita. Karena itu tanam kedelai kita dengan hasil perhektar tidak tinggi. Di Amerika Serikat jika produk kedelai tingginya, keadaan harga relatif biasa dan harganya rendah," tutur JK.
 
JK menambahkan, kalau 1 hektar di Indonesia, hanya menghasil 1-2 ton, dengan harganya 4 ribu/kg dipetani, maka petani tidak untung.
 
"Petani lebih suka tanam padi jagung dan buah-buahan tapi kering di Amerika maka terjadi kenaikan,"ujar JK
 
Menurut JK,  sebenarnya jalan yang paling mudah adalah pemerintah harus mensubsidi. Tapi syaratnya ada dua pilihan, mensubsudi  bbm 40 juta ton, dibanding subsidi kedelai 2 juta ton.
 
"Subsidi kedelai lebih murah 2 ribu perkg.Sedangkan subsidi BBM 4 ribu. Paling Rp5 trliun itu aman,  Masalah pemerintah punya duit tidak. Kalau sembada, tidak juga tapi karena kondisi alam," tandas JK.
 
JK mengakui, untuk melakukan swasembada kacang kedelai memang tidak mudah. "Saya dulu sudah mencoba, tapi bagi petani masih juga tanam padi dan jagung. Keluhannya pemerintah harus subsidi tapi harus kurangi subsidi BBM," pungkas JK.   (Yudi Rahmat/Bowo Santoso)
Komentar
 
Berita Terkait

NU Minta Pemerintah Bentuk Lembaga Proteksi Harga Produk Pertanian

02 Jul 2015 - 11:20 · Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) meminta pemerintah membentuk semacam badan atau lembaga...


Rachmat Gobel Harus Pantau Harga Sampai Menjelang Idul Fitri 1436 H

26 Jun 2015 - 20:41 · Pengamat ekonomi dari The Habibie Center, UmarJuoro juga mengapresiasi pemerintah, dalam hal ini...


Hanura Apresiasi Mendag RI Mampu Jaga Stabilitas Harga

26 Jun 2015 - 20:38 · Harga berbagai kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan ini relatif stabil. Ini prestasi yang...


DPR Apresiasi Kinerja Rachmat Gobel untuk Stabilkan Harga

24 Jun 2015 - 16:03 · Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan tim ekonomi kabinet...


YLKI: Kendalikan Harga Tak Cukup hanya dengan Perpres

17 Jun 2015 - 18:30 · Kenaikan harga yang wajar hanya sebesar 5 %, selebihnya apalagi sampai 25 % - 40 % ini berbahaya,...


Jakowi-Basuki