Markadi, Pimpinan Perang Laut yang Terlupakan

Sabtu, 11 Agustus 2012 - 14:20
Markadi, Pimpinan Perang Laut yang Terlupakan
Sumber gambar : Makam Markadi di TMP Kalibata / Wenri Wanhar
JAKARTA, SON – Ini cerita perang kemerdekaan. Tidak sembarang perang. Perang ini meletus di Selat Bali pada awal Maret 1946. Sejarah mencatat inilah perang laut pertama di masa revolusi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
 
Perang itu dipimpin Kapten Markadi, komandan Pasukan M BKR Laut. Sandi perangnya Operasi Lintas Laut Jawa-Bali 1946.
 
Sejarah mencatat, I Gusti Ngurah Rai, pimpinan TKR Sunda Kecil (Bali) bersama beberapa orang pemuda Bali menyeberang ke Jawa setelah mereka gagal menyerang tangsi Jepang pada 13 Desember 1945.
 
Di Jawa, mereka berkoordinasi dengan sejumlah dedengkot Republik Indonesia, termasuk jumpa Bung Karno. Setelah menceritakan situasi di Bali paska Proklamasi 17 Agustus 1945, maka dikirimlah sejumlah pasukan beserta senjata dari Jawa ke Bali.
 
Pasukan pertama berangkat dari Banyuwangi pada 3 April 1946, dipimpin oleh Waroka. Sehari berikutnya satu kompi pasukan dibawah pimpinan Kapten Markadi menyeberang dari Banyuwangi ke Bali. Pasukan ini menumpangi tiga perahu.
 
Di tengah laut, pasukan Markadi dihadang motorboat NICA. Perang meletus dari jarak dekat. Satu perahu kawanan Markadi berhasil menghindari pertempuran dan mendarat mulus di Bali. Satu perahu lagi karam. Bagaimana dengan perahu yang ditumpangi Markadi?
 
Dikisahkan, saat itu hujan turun. Gelombang pasang. Musuh kadang terlihat kadang hilang tertutup gelombang. Dalam sebuah kesempatan, perahu rombongan Markadi naik diangkat gelombang. Di waktu bersamaan motorboat NICA berada di bawah. Alam berpihak.
 
Segera Markadi melempari motorboat NICA itu dengan granat tangan. Sehingga tenggelamlah pasukan NICA itu. Dan, perahu yang ditumpangi Markadi cs akhirnya berhasil mendarat di Bali. Sesampai di Bali, Pasukan M yang dipimpin Markadi bergerilya bersama pasukan I Gusti Ngurah Rai.
 
Markadi berkawan dengan Ngurah Rai. Mereka sama-sama gerilya di Bali. Namun Rai lebih dulu berpulang. Dia gugur dalam Puputan Margarana.
 
Markadi lahir pada tanggal 9 April 1927 dengan nama lengkap Markadi Pudji Rahardjo. Akibat Restrukturisasi dan Rasionalisasi (RERA) TNI 1948, Markadi yang semula pentolan Angkatan Laut, mau tak mau jadi Angkatan Darat. Dia wafat 21 Januari 2008 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. (Wenri Wanhar)
Komentar
 
Berita Terkait

DPR Minta Jokowi Realisasikan Pidato Pertamanya

20 Okt 2014 - 13:17 · Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah resmi menjadi presiden dan wakil presiden periode 2014-2019, dan...


DPR Sahkan RUU Kelautan Menjadi UU

30 Sep 2014 - 11:42 · Rapat Paripurna DPR RI secara aklamasi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Kelautan untuk...


Senin, RUU Kelautan Inisiatif DPD RI akan Disahkan

26 Sep 2014 - 18:00 · Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Kelautan Komisi IV DPR RI bersama Tim Kerja...


DPD Usulkan Bakamla Tangani Semua Masalah Kelautan

25 Sep 2014 - 14:15 · Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Kelautan, Djasarmen Purba menegaskan jika...


DPD, DPR dan Pemerintah Matangkan Finalisasi DIM RUU Kelautan

24 Sep 2014 - 17:11 · Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melaksanakan finalisasi pembahasan Daftar Inventarisasi...


Rumah Budaya Gelar Konser Mini Shafa Sabila Fadli

11 Okt 2014 - 16:41 · Suara emas Shafa juga diperdengarkan kepada para peserta konferensi internasional mengenai human...


Jakowi-Basuki
 
 
tshirthangout-banner_300x250