Nunun dan Arie Saling Membantah, Rempong Deh Jadinya

Senin, 03 September 2012 - 14:27
Nunun dan Arie Saling Membantah, Rempong Deh Jadinya
Sumber gambar : Tersangka kasus suap cek pelawat DG BI, Nunun Nurbaetie / Istimewa
JAKARTA, SON – Sidang lanjutan kasus dugaan suap cek pelawat hari ini (3/9/2012) diwarnai  adu argumentasi antara saksi Nunun Nubaeti yang telah menjadi terpinada dalam kasus yang sama dengan saksi lainnya, yakni, Ari Malangjudo, yang merupakan Direktur Utama PT Wahana Esa Sejati, yang juga disebut-sebut sebagai pihak yang mengantarkan cek pelawat kepada beberapa Anggota DPR RI periode 1999-2004.
 
Ari Malangjudo dalam kesaksiannya, terus mengatakan bahwa ia diperintahkan Nunun Nurbaeti selaku atasannya untuk memberikan tas berisi cek pelawat kepada anggota DPR RI periode 1999-2004.
 
"Benar saya disuruh antar tas dengan warna berbeda oleh bu Nunun sekitar  bulan Juni 2004, saat itu juga ada Hamka Yamdu," kata Ari dalam kesaksiannya di pengadilan Tipikor, Senin (3/9/2012).
 
Namun hal tersebut langsung dibantah Nunun, yang saat persidangan tepat berada di sebelah Ari Malangjudo. Menurutnya, tidak pernah ada pertemuan yang berisi arahan untuk memberikan Cek Pelawat.
 
"Tidak yang mulia, saya tidak pernah ketemu pak Ari dan pak Hamka di ruangan saya, apalagi memerintahkan untuk mengatur hal tersebut, saya yakin kalau pak Ari berkata demikian silahkan saya juga punya saksi," bantah Nunun.
 
Kemudian, Ari juga menjelaskan, bahwa beberapa tas yang yang berisi Cek Pelawat tersebut ia terima dengan diantar oleh seorang Office Boy suruhan Nunun, sebelum ia antarkan ke beberapa Anggota Dewan yang telah diarahkan Nunun sebelumnya. 
 
"Tas itu diantar oleh seorang office boy kepada saya yang mulia, tapi saya lupa dari ruangan mana tas itu diambil," tambah Ari.
 
Sama seperti sebelumnya, Nunun pun membantah keterangan Anak buahnya tersebut, ia tetap meyakini tidak ada istilah travel cek apalagi perintah mengantarkan kepada Ari melalui office boy. "Saya yakin yang mulia kalau itu tidak benar, saya tidak tahu soal cek pelawat dan saya tidak pernah menyuruh siapapun mengantar tas kepada pak Ari," kilah Nunun.
 
Mendengar kesaksian yang terus bersebrangan tersebut, Majelis Hakim-pun menegur saksi agar memberikan keterangan yang sebenar-benarnya demi membuka kebenaran keterlibatan Miranda Suaray Goeltom dalam kasus tersebut.
 
"Jadi saya ingatkan sekali lagi agar memberikan kesaksian sebenarnya, karena sumpah yang diucapkan sudah melekat, ada tanggung jawab terhadap Tuhan dan sesama manusia, apalagi ada sanksi pidana jika memberikan kesaksian palsu," cetus Majelis Hakim.   (Heru Budhiarto/Bowo Santoso)
Komentar
 
Berita Terkait

Menteri Asal PKB Dimintai Keterangan Oleh KPK Terkait Kasus Suap

16 Jul 2014 - 13:01 · Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengembangkan kasus dugaan suap rencana proyek pembangunan...


KPK Mulai Periksa Kasus Suap Di Kementerian PDT

01 Jul 2014 - 11:41 · Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Deputi I Kementerian...


Anggoro Berharap Dihukum Ringan

18 Jun 2014 - 10:50 · Kuasa Hukum Anggoro Wijaya Terdakwa pemberi suap revitalisasi Sistem Radio Komunikasi Terpadu...


Mahasiswa Unjukrasa Di Depan Kantor Kemenhub Terkait Suap JTC

11 Jun 2014 - 12:09 · Pengakuan presiden direktur Japan Transportation Consultants terkait penggelontoran anggara Rp.3.1...


Didakwa Suap Akil Mochtar, Ratut Atut Tidak Keberatan

06 Mei 2014 - 12:14 · Terdakwa kasus suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten di Mahkamah Konstitusi (MK)...


 
Jakowi-Basuki
 
tshirthangout-banner_300x250