PANTJASILA—Dasar Filsafat Negara (6)

Rabu, 20 Juni 2012 - 12:38
PANTJASILA—Dasar Filsafat Negara (6)
Sumber gambar : sampul depan buku Pantjasila, dasar filsafat negara, karya BUng Karno (foto:Wenri Wanhar/sorotnews.com)
Oleh: Bung Karno
 
Kalau kita melihat imperialisme-imperialisme di dunia ini, dan sebagai tadi saya katakan, terutama sekali saya melihat, pada waktu ia lahir, bukan terutama sekali pada waktu sedang uitgroei.
 
Pada waktu ia lahir, tegas dan jelas ada perbedaan-perbedaan. Perbedaan-perbedaan, saya ulangi, dari pada induk-induknya pula. Kapitalisme-kapitalisme, saudara-saudara, mempunyai corak obyektif tergantung daripada keadaan-keadaan bahan-bahan bagi kapitalisme itu.
 
Sesuatu negeri misalnya, saudara-saudara, yang penuh dengan bahan-bahan untuk kapitalisme, terutama bahan-bahan yang dinamakan
bahan-bahan dasar, basis grondstoffen, sesuatu negeri yang memilki banyak basis grondstoffen.
 
Kapitalisme misalnya berbeda dengan sesuatu negeri yang kekurangan basis grondstoffen. Ada negeri yang kekurangan basis grondstoffen en toch mempunyai kapitalisme yang basis grondstoffen itu, ia terutama sekali, ambil dari negeri lain, beli dari negeri lain.
 
Negeri yang demikian itu mempunyai  kapitalisme lain dari pada negeri yang basis grondstoffennya banyak. Amerika, saudara–saudara, Inggris, negeri Belanda, Spanyol dan lain- lain negara adalah beberapa negara yang mempunyai kapitalisme, dan oleh karenanya menjalankan imperialisme.
 
Saya ambil contoh-contoh  Amerika, Inggris, negeri Belanda, Spanyol, sebagai klassieke voorbeelden oleh contoh–contoh klasik dari kolonialisme dan imperialisme.
 
Amerika dulu mempunyai koloni, Inggris mempunyai koloni-koloni. Malahan Inggris memiliki empire yang di situ matahari tak pernah terbenam karena luasnya empirenya, di mana matahari terbenam lantas terbit lagi. Di sana terbenam, sudah terbit lagi di sini.
 
Negeri Belanda mempunyai koloni, Spanyol dulu banyak koloninya, sekarang tinggal beberapa restan. Masing-masing kok mempunyai sifat dan corak sendiri–sendiri. Apa sebabnya?
 
Sebabnya ialah sebagai saya katakan, induknya, kapitalismenya, mempunyai corak sifat-sifat sendiri-sendiri, dan apa sebab induknya mempunyai corak sifat sendiri ini?
 
Oleh karena negerinya mempunyai sifat corak sendiri-sendiri  terutama sekali mengenai bahan-bahan grondstoffen untuk kapitalisme itu.
Amerika adalah satu negeri yang mempunyai banyak basis grondstoffen, suatu negeri yang boleh dikatakan lengkap dalam segala hal.
 
Apa toh basis grondstoffen kapitalisme itu?
 
Ia, terutama sekali bijih besi, arang batu, metal-metal, logam-logam lain, dan lain seterusnya. Itu adalah basis grondstoff bagi kapitalisme.
 
Amerika adalah satu negeri yang penuh dengan basis grondstoffen. Inggris  demikian pula, tetapi lebih kurang dari Amerika. Arang batu punya, bijih besi punya, namun tidak begitu banyak, sehingga banyak membeli  bijih besi dari Ruhr.
 
Bahkan pada tahun ’14-‘18 ada peperangan besar yang dinamakan peperangan dunia pertama, tak lain tak bukan ialah rebutan bijih besi Ruhr, Ruhrgebied. Negeri Belanda adalah satu negeri yang basis grondstoffen lebih kurang lagi.
 
Bijih besi tak ada, harus beli dari Ruhrgebied,arang batu yang sedikit di Limburg. Spanyol adalah satu negeri yang basis grondstoffennya juga sedikit sekali. Bijih besi tidak ada, arang batu tidak ada, sedikit sekali.
 
Karena basis grondstoffen Amerika berbeda banyaknya daripada basis grondstoffen Inggris, Belanda, Spanyol. Maka kapitalisme di empat negeri ini berbeda-beda. Karakteristiknya boleh dikatakan kapitalisme Amerika, saya ulangi lagi, saya meninjau pada lahirnya imperialism, tidak di dalam uitgroenya yang sekarang ini, sekarang ini sudah kita menghadapi imperialisme internasional yang roman mukanya boleh dikatakan hampir sama semua. (bersambung)
Komentar
 
Berita Terkait

MPR RI Minta Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Dasar

02 Mar 2015 - 18:48 · Dengan kondisi bangsa yang memprihatinkan akhir-akhir ini terkait melemahnya nasionalisme bangsa...


Irman Gusman: Hukuman Mati Jangan sampai Putuskan Hubungan Diplomatik

26 Feb 2015 - 19:00 · Terlepas dari pro dan kontra dari negara lain seperti Australia dan Brazil terkait hukuman mati...


Jafar Hafsah Luncurkan Buku Pancasila Ideologi Berbangsa

18 Feb 2015 - 14:36 · Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI, Dr. Ir. M. Jafar Hafsah (MJH) meluncurkan buku...


DPD RI Sesalkan RUU Pengelolaan Daerah Perbatasan Negara Gagal Masuk Prolegnas

17 Feb 2015 - 18:06 · Wakil Ketua DPD RI Benny Rhamdani menyesalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan...


Oesman Sapta: Mengingkari Pancasila akan Melahirkan Bencana

14 Feb 2015 - 14:53 · Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta secara resmi membuka penyegaran sosialiasi Pancasila, UUD NRI 1945,...


Dukungan untuk Achsanul Qosasi Untuk Pimpin PSSI Terus Mengalir

26 Feb 2015 - 21:37 · Salah satu Calon Ketua Umum PSSI periode 2015-2019 Achsanul Qosasi mendapat dukungan dari para...


tshirthangout-banner_300x250
 
 
Jakowi-Basuki