Perang Terbuka Anas dan SBY?

Selasa, 19 Juni 2012 - 11:38
Perang Terbuka Anas dan SBY?
Sumber gambar : Istimewa
JAKARTA, SON - Kasak kusuk ketidakharmonisan hubungan Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dengan Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya mulai terjawab. Perang terbuka antara ketua umum dengan ketua dewan pembina partai Demokrat dimulai.
 
Pertikaian itu terlihat jelas ketika Anas tidak menghadiri forum pendiri dan deklarator Partai Demokrat. Dalam pertemuan tersebut, SBY juga memberikan peringatan keras kepada seluruh kadernya yang bermasalah dengan korupsi untuk mundur.
 
Memang pernyataan SBY itu terkesan absurd, karena tidak jelas siapa yang dituju. Namun, jika melihat fenomena pemberitaan terkait kasus korupsi proyek sarana olahraga di Hambalang, Bogor, nama Anas tertera sebagai salah satu pemeran utama dalam “sinetron” itu.  
 
Gayung pun bersambut. Anas yang selama ini hanya bisa diam, seketika langsung muncul ke hadapan publik beberapa jam setelah SBY bertolak menuju benua Amerika Selatan untuk menghadiri KTT G20 ke-7 di Los Cabos, Meksiko (17-19 Juni). Mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu langsung melancarkan serangan.  
 
Berbekal dari hasil survei yang dilansir Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terkait popularitas Partai Demokrat terus merosot dan kini hanya berada di nomor tiga setelah Golkar dan PDIP, Anas justru menyalahkan SBY. Menurut Anas, popularitas Demokrat menurun karena kinerja pemerintah di bawah kendali SBY tidak maksimal.
 
"Memastikan pemerintahan Presiden SBY yang juga Ketua Wanbin PD untuk terus meningkatkan kinerja, sehingga bisa menaikkan tingkat kepuasan rakyat. Kepuasan publik yang memadai atas kinerja pemerintah adalah basis utama keberhasilan partai pemerintah," ujar Anas dalam keterangan persnya kepada wartawan, Senin (18/6).
 
Anas tidak sendiri dalam melakukan serangan ke kubu SBY. Beberapa kader loyalis Anas sejak di HMI juga siap pasang badan untuk mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu. Misalnya, Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Irfan Gani langsung beraksi keras atas pernyataan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman.
 
"Sudah melakukan apa dia (Hayono Isman) untuk partai? Dia seharusnya turun ke konstituen, dia tidak pernah turun, dia tidak patut untuk mengkritisi itu. Kita menyayangkan sikap Hayono, kami sangat menyayangkan komentar-komentarnya," kata Irfan kepada wartawan di Gedung DPR.
 
Bahkan, Firman menganggap, Hayono tidak tahu cara berorganisasi secara baik.  
 
"Kita patokannya konstitusi, patokan itulah harus kita dihormati, dia (Hayono) harus dikasih pemahaman soal AD ART, hormati konstitusi partai," lanjutnya dengan geram.
 
Sebelumnya, Hayono Isman menyatakan, DPP Partai Demokrat harus mengambil sikap yang tegas serta dewasa dalam menyikapi turunnya elektabilitas partai berdasarkan hasil survei.
Hayono menyarankan kepada seluruh koleganya di partai untuk tidak menganggap remeh hasil survei.
 
 
Redaktur : Bowo Santoso
Komentar
 
Berita Terkait

SBY Diyakini Terpilih Ketua Umum Demokrat secara Aklamasi

19 Des 2014 - 15:36 · Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menggantikan Anas...


Gede Pasek Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum Partai Demokrat

19 Des 2014 - 15:21 · Politisi Demokrat yang juga Ketua PPUU (Panitia Perancang Undang-Uindang) DPD RI Gede Pasek...


SBY Dapat Dukungan Kuat untuk Kembali Jadi Ketua Umum Demokrat

11 Des 2014 - 18:19 · Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI Didik Mukrianto menegaskan bahwa dukungan terhadap Susilo...


SBY Jadi Ketum, Ibas Wajib Lengser Dari Sekjen

11 Des 2014 - 16:11 · Dia pun menegaskan jika SBY terpilih kembali menjadi ketum, maka posisi Sekjen Partai Demokrat yang...


Revisi UU MD3, Golkar - Demokrat Protes Penghapusan Rekomendasi Menteri

05 Des 2014 - 18:31 · Setekah paripurna DPR sepakat membentuk Pansus untuk menuntaskan revisi UU MD3 sesuai kesepakatan...


 
 
tshirthangout-banner_300x250