Puluhan Hewan Unggas Di Garut Mati Mendadak

Kamis, 01 November 2012 - 10:08
Puluhan Hewan Unggas Di Garut Mati Mendadak
Sumber gambar : Ilustrasi/sorotnews.com
GARUT, SON - Warga Kampung Peundeuy, Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut resah, Pasalnya puluhan ekor unggas yang ada di daerah tersebut mati secara mendadak. Warga khawatir kematian unggas-unggas tersebut diakibatkan karena serangan flu burung yang bisa membahayakan manusia.
 
Berdasarkan keterangan beberapa warga, kematian puluhan unggas secara tiba-tiba itu terjadi sejak sekitar sepekan terakhir ini. Hampir setiap hari ada saja unggas yang mati, terutama ayam.
 
Apud Samsudin (72), salah seorang warga Kampung Peundeuy RT 02, RW 11, Desa Cibiuk Kidul menuturkan bahwa dalam kurun waktu sepekan terakhir ini sebanyak 30 ekor ayam miliknya mati secara mendadak. Padahal menurutnya, sebelumnya tidak terlihat adanya tanda-tanda yang menunujukan bahwa ayam-ayam tersebut sakit.
 
Hal itu tentu saja membuatnya merasa cemas dan khawatir kalau-kalau kematian puluhan unggasnya tersebut disebabkan karena serangan virus flu burung.
 
Mulanya Apud mengira kematian puluhan unggas peliharaannya tersebut akibat serangan unggas jenis entog yang memang selama ini keberadaanya disatukan. Namun lama kelamaan ia menjadi curiga karena hampir setiap hari selalu saja ada ayamnya yang mati dan tak ditemukan adanya bekas luka.
 
Setelah diteliti  ternyata ayam-ayam peliharaannya itu mati akibat lemas karena terserang suatu penyakit. Kejanggalan lain pun dirasakan Apud, karena sebelum mati ditemukan tanda kehitam-hitaman pada bagian jengger ayam-ayam peliharaannya itu.
 
"Awalnya saya mengira kematian ayam-ayam itu akibat diserang entog yang memang saya tempatkan pada kandang yang sama. Namun setelah dipisahkan, ternyata ayam-ayam itu tetap saja mati, sehingga saya pun merasa yakin bahwa matinya ayam-ayam itu karena terserang suatu penyakit. Apalagi disetiap jengger ayam yang mati ditemukan tanda kehitam-hitaman," Ujar Apud, saat ditemui SOROTnews Jabar, Selasa (30/10/2012). 
 
Akibat kejadian itu, Ia dan juga warga lainnya merasa khawatir kalau-kalau kematian ayam-ayam tersebut disebabkan karena adanya serangan virus flu burung. Kekhawatiran warga cukup beralasan, pasalnya akibat ganasnya serangan penyakit tersebut bisa membuat puluhan ekor ayam mati dalam kurun waktu yang begitu cepat.
 
"Kami merasa khawatir bukan karena takut kehilangan unggas peliharaan. Namun jika benar kematian ayam-ayam itu disebabkan karena adanya serangan virus flu burung, maka hal itu tentu saja akan sangat membahayakan kesehatan dan juga keselamatan warga sekitar," terang Apud.
 
Hal senada juga diungkapkan Ny. Enis (42) warga lainnya. Menurutnya tak jauh berbeda dengan apa yang dialami Apud, dalam kurun waktu sepekan terakhir ini sebanyak 25 ekor ayam miliknya juga mati secara mendadak.
 
Dikatakannya, Selain mengakibatkan matinya puluhan ekor ayam peliharaan miliknya dan juga milik Apud, Beberapa warga lainnya yang memelihara ayam di Kampung tersebut juga mengalami nasib yang sama. Sehingga kalau dijumlah secara total ayam yang diduga mati karena terserang virus flu burung tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 70 ekor. 
 
Kematian ayam-ayam tersebut tidak sekaligus dalam waktu yang sama, tapi berangsur-angsur terjadi hampir setiap hari. Karena takut virus dari bangkai-bangkai ayam akan terus menyebar dan membahayakan warga sekitar, maka warga pun kemudian menguburkannya.
 
Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan melakukan langkah-langkah untuk mengantisifasi agar virus tersebut tidak terus menyebar apalagi sampai menyerang dan membahayakan manusia.
 
Sementara berdasarkan keterangan warga lainnya, kematian puluhan ayam peliharaan di Kampung Peundeuy berawal dari datangnya sejumlah unggas dari Kampung Pasir Sereh yang lokasinya bersebelahan dengan Kampung Peundeuy beberapa waktu lalu.
 
Saat itu, beberapa unggas peliharaan milik warga kampung Pasir Sereh mendadak banyak yang mati, sehingga untuk menyelamatkan agar tidak semua unggas yang ada di Kampung Pasir Sereh mati, maka sebagian dibawa ke Kampung Peundeuy.
 
Tapi kenyataannya, malah puluhan unggas yang ada di kampung peundeuy pun ikut tereserang dan mati secara mendadak.
 
Ketika dihubungi, Camat Cibiuk, Mekarwati, membenarkan bahwa pihaknya pun telah menerima laporan terkait matinya puluhan unggas peliharaan milik warga Kampung Peundeuy. Namun menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara unggas-unggas tersebut mati karena diduga akibat faktor perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.
 
"Matinya tidak serentak dan dalam waktu yang cukup lama. Untuk sementara,  belum ada indikasi merupakan kejadian luar biasa atau dikategorikan karena adanya serangan virus flu burung, namun lebih pada faktor cuaca. Namun untuk lebih memastikan, kami akan meminta Dinas Peternakan agar mengirimkan petugas untuk melakukan pemeriksaan," ujarnya. 
 
Terpisah, Kepala Bidang Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Peternakan Kabupaten Garut, Iman Budiman, mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap puluhan unggas yang mati secara mendadak di Desa Peundeuy tersebut.
 
Menurutnya,hingga kemarin sore tim yang dipimpinnya belum menemukan indikaasi adanya unggas yang terserang virus flu burung. Namun pemeriksaan terus dilakukan hingga ke Kampung Pasir Sereh yang diduga menjadi tempat asal penyakit tersebut.
 
"Kebanyakan unggas mati karena penyakit yang ditimbulkan akibat faktor perubahan cuaca. Hingga saat ini belum ditemukan adanya unggas yang mati akibat serangan virus flu burung. Namun demikian, kami belum bisa memastikan sepenuhnya, karena penelitian masih terus dilakukan, Pungkas Iman. (Agus Somantri)
 
Komentar
 
Berita Terkait

Mahkamah Agung Menghormati Putusan PK Antasari Azhar

07 Mar 2014 - 14:08 · Mahkamah Agung (MA) menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan...


Defisit Jadi Tren, FPG DPR Desak Pemerintah Sistematis Tekan Impor

05 Mar 2014 - 11:17 · Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Golkar (FPG) mempunyai pandangan berbeda...


Irman Gusman: Pertumbuhan Ekonomi Hanya Dinikmati Segelintir Orang

24 Des 2013 - 13:58 · DPD RI mengakui jika dalam lima tahun terakhir ini pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata di atas...


Soal Widodo dalam Skandal Hambalang, Istana Minta Hormati Proses Hukum

15 Des 2013 - 12:32 · Dalam kasus Widodo yang disebut-sebut orang dekat, sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),...


Wilfrida Terancam Mati, Timwas TKI DPR Desak Pemerintah Lobi Malaysia

18 Nov 2013 - 11:05 · Pada Minggu (17/11/2013) Mahkamah Tinggi Kota Bahru melangsungkan sidang lanjutan kasus Wilfrida...


Sorotnews JabarLainnya »rss

Peduli Lingkungan, PDI Perjuangan Jabar Tanam 2000 Pohon

04 Feb 2014 - 00:34 · Sekitar 2000 pohon berbagai jenis ditanam PDI Perjuangan Jabar di wilayah Dago Alam Endah, Dusun...


tshirthangout-banner_300x250
 
Jakowi-Basuki